Showing posts with label Grafis. Show all posts
Showing posts with label Grafis. Show all posts

Photography Effect : Membuat Efek Keren Lagi dalam 1 menit


Membuat efek-efek buat foto sebenernya gak susah.. saya nemu membuat efek dari foto yang keliatan nya biasa menjadi foto yang lumayan keren.. hanya dengan 1 menit sajah.. beneran !
Oia… Sekali lagi… saya pake adobe photoshop CS 3 yah… jadi jangan ada yang nanya lagi yah.. saya pake photoshop versi berapa :)
Langsung aja tanpa basa basi …
Buka foto yang mau diedit..
foto awal
Duplikat layer background dengan menekan ctrl+J

Klik Filter > Other > High Pass

Ganti layer effect menjadi Vivid Light..

Gambar sekarang keliatan sedikit lebih tajam dan mendetail..
Klik Add New Fill or Adjusment Layer > Gradient Map

Otomatis akan terbentuk layer baru di atas layer hasil duplikat tadi.
Gradient Map yang dipake dari hitam ke putih

Duplikat lagi layer background dengan menekan CTRL + J lalu pindahkan layer hasil duplikat ke paling atas

Klik Image > adjustment layer > Shadow/Highlight

Terakhir Layer Effect ganti menjadi Overlay dan opacity jadi 80%..
hasilnya :

Kita lihat perbedaan sebelum dan sesudah :

Selamat mencoba !
Artikel Photography Effect : Membuat Efek Keren Lagi dalam 1 menit ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Adobe Photoshop Tutorials

Mengubah Background photo dengan Extract

Tutorial photoshop kali ini tentang bagaimana cara memisahkan  Objek dengan background nya.. sebenernya ada banyak cara sih.. tutorial sebelum-sebelum nya juga udah pernah dibahas kok.. Tapi kali ini saya coba pake cara EXTRACT…
Langsung aja deh yaa ..
Buka photo yang mau diedit..

Sekarang kita langsung pisahin objek sama background nya… Klik FILTER > EXTRACT

di jendela extract ada menu-menu juga :

Highlighter tool : untuk menandai (masking) batas antara background dan objek yang mau dipisahin.
Brush tool : untuk menandai (masking) area yang mau dipisahin
Eraser Tool : menghapus masking jika ada kesalahan
Eyedropper tool : untuk menentukan warna sesuai dengan sample nya..
Clean Up tool : hanya muncul kalau hasil masking di preview ini gunanya untuk merapikan hasil masking dengan menghapus
Edge TouchUp TOol : Hanya muncul kalau hasil masking sudah dipreview , gunanya untuk merapikan hasil masing dengan cara menambah.
Zoom tool : Untuk memperbesar atau memperkecil gambar ( klik untuk memperbesar, ALT+ klik untuk memperkecil)
Hand tool : untuk menggerakan jendela gambar
Sekarang klik Highlighter tool , drag di perbatasan antara background dan objek ..

Bisa di zoom gambarnya untuk objek yang perlu detail pengerjaan nya.. Untuk membersar kecilkan brush cukup menekan tombol [ atau ]
[ : untuk mengecilkan brush
] : untuk membersarkan brush
Seleksi Semua nya sampai detail-detailnya seperti rambut ..

Kalo sudah beres semua, Klik brush tool, lalu klik di area yang akan diambil objeknya..

Klik Tombol Preview untuk melihat hasilnya … biasanya sih pasti ada yang kurang.. misalnya masih blom rapi, ada bagian yang mau kita ambil tapi kepotong.. dan lain-lain..
Gimana cara beresinnya ?
GUnakan clean up tool dan edge touch up tool
Bersihkan dengan clean up tool kalo masih kurang rapi, dan kalo ada bagian yang kehapus, gunakan touch up tool.. penggunaan nya tinggal drag & drop aja kok..

Hasilnya kira-kira nanti begini ..

Sekarang buka gambar Background yang lain, saya pake gambar situasi Broadway..

Drag Foto yang tadi diedit ke gambar background yang lain

Atur sedemikian rupa .. lalu cari pencahayaan dan pewarnaan supaya serasi dengan background. Bisa juga menggunakan Hue/saturation untuk penyesuaian.. bisa dicari-cari kok.. itu sangat menyenangkan hehehe..

Kita beri efek lagi..
Klik Add new fill and adjustment layer > Channel Mixer

Atur Channel mixer nya :

Bisa ditambahin dengan new fill and adjustment yang lain… silahkan bermain-main aja..
yang paling penting cara cropping nya harus bener..

Hasilnya :

Selamat Mencoba !
Atas Kebaikan dan Ucapan terima kasih kepada :
http://ilmuphotoshop.com/mengubah-background-photo-dengan-extract/

Bentuk dan Macam Extension File Images



Terinspirasi dari pertanyaan salah seorang siswa, yang menanyakan kepanjangan dari beberapa singkatan ekstension dari file grafis walau sebenarnya gak penting banget sih…..tapi neh artikelnya..
Dalam Dunia desain Grafis mungkin anda sering menjumpai extension seperti *.JPEG , *.JPG , *.PSD , dan lainnya. Apa dan dimana letak perbedaan extension file image? mari kita ungkap apa saja macam - macam bentuk extension tersebut

PSD (Photoshop Document)
Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.
BMP (Bitmap Image)
Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE.
Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.
EPS (Encapsuled Postcript)
Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak.
Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final.  Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.
JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)
Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.
GIF (Graphic Interchange Format)
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.
TIF (Tagged Image Format File)
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.
PCX
Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color.
PDF (Portable Document Format)
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.
PNG (Portable Network Graphic)
Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel.
PIC (Pict)
Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.
TGA (Targa)
Format file ini didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. Format file ini berguna untuk  menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3D Studio Max.
IFF (Interchange File Format)
Format file ini umumnya digunakan untuk bekerja dengan Video Toaster dan proses pertukaran dokumentasi dari dan ke Comodore Amiga System. Format file ini dikenali hampir semua program grafis yang terdapat dalam PC serta mampu menyimpan gambar dengan mode warna Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel.
SCT (Scitex Continous Tone)
Format file ini digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer Scitex. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale namun tidak mampu menyimpan alpha channel.
PXR (Pixar)
Format file ini khusus untuk pertukaran dokumen dengan Pixar Image Computer. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dan Grayscale dengan 1 alpha channel.
RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasi dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.
DCS (Dekstop Color Separation)
Format file ini dikembangkan oleh Quark dan merupakan format standar untuk .eps. Format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna Multichannel dan CMYK dengan 1 alpha channel dan banyak spot channel. Format file ini mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing). Ketika menyimpan file dalam format ini maka yang akan tersimpan adalah 4 channel dari gambar tersebut dan 1 channel preview.
FORMAT KOMPRESI
Beberapa program terutama yang berorientasi pada publikasi elektronik dan multimedia selalu memerlukan format file yang berukuran kecil agar ketika dibuka tidak akan lambat. Untuk keperluan tersebut diperlukan kompresi.
Berikut ini format file yang berorientasi publikasi elektronik dan multimedia dengan kompresinya masing-masing.
RLE (Run Length Encoding)
Kompresi ini mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Digunakan oleh Adobe Photoshop, TIFF dan sebagian besar program yang terdapat dalam Windows.
LZW (Lemple-Zif-Welf)
Sama seperti kompresi RLE, kompresi ini juga mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Kompresi ini digunakan oleh TIFF, PDF, GIF, dan format yang mendukung bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik untuk mengkompres gambar dengan area besar yang menggunakan 1 warna.
JPG (Joint Photographic Experts Group)
Format ini mengkompres file dengan menghilangkan detail. Format file ini sering digunakan oleh JPG, PDF, dan format yang menggunakan bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik digunakan untuk gambar dengan continous tone seperti foto.
CCIT
CCIT merupakan singkatan dari bahasa Perancis yang dalam bahasa Inggris disebut International Telegraph and Telekeyed Consultive Commitee.
Kompresi ini digunakan untuk mengkompres gambar hitam putih, dan mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detailnya. Kompresi ini sering digunakan oleh PDF dan format lain yang menggunakan bahasa postscript.

Terima Kasih
Semoga Bermanfaat
Sumber : http://www.ilmugrafis.com/artikel.php?page=bentuk-dan-macam-extension-file-images

Pewarnaan Objek pada CorelDraw

Untuk mengatur pewarnaan pada objek gambar, coreldraw11 memiliki beberapa fasilitas yang telah disediakan , fasilitas – fasilitas tersebut terdapat dalam toolbox Fill Tool.

 
                                                                                                           
·        Fill Color Dialog, digunakan untuk mengatur pewarnaan objek dengan warna –  warna uniform
·        Fountain Fill Dialog, digunakan untuk mengatur pewarnaan objek dengan warna – warn gradasi
·        Pattern Fill Dialog, digunakanuntuk mengatur teksture objek mengunakan pattrern
·        Texture Fill Dialog , digunakn untuk mengatur teksture objek dengan bitmap.

A.   Fill Color Dialog

Fill Color Dialog digunakan untuk memberikan warna – warna solid atau warna uniform pada objek gambar , warna – warna tersebut terdapat pada Color Pallete.

Untuk mencari pilihan warna yang lebih banyak dapat mengunakan Fill Color Dialog, kemudian warna tersebut dapat disimpan dalam Color Pallete, dengan menekan tombol add to pallete


B.   Fountain Fill Dialog

Fountain Fill Dialog digunakan untuk memberikan warna gradasi pada objek gambr. Warna gradasi  berarti objek dapat mengunakan warna – warna campuran dengan berbagai model yang disediakan.
Untuk mengunakan fountain fill dialog dapat melakukan langkah – langkah berikut :
1.  Buat sebuah  objek bebas , dapt mengunakan rectangle tool atau elips tool
2.  Pilih Fountain fill dialog, dengan klik pada bagian sudut dari toolbox Fill Tool
3.  Setelah memilih fountain fill dialog akan muncul kotak dialog, Pilih jenis gradasi yang diinginkan: Linier, Radial,Conical,Square


4.  Pilih warna gradasi yang diinginkan pada box daialog color bland.

C.   Pattren Fiil Dialog

Pattren Fill digunakan untuk memberikan pattern pada bagian dalam objek gambar. Pattern yang dimaksud memiliki beberapa jenis sebagai berikut :
·    Pattren 2 color       : yaitu pattern yang hanya memiliki dua warna saja
·    Pattren Full Color : yaitu pattern yang  memiliki banyak warna
·    Pattren Bitmap      : yaitu pattern yang berasal dari gambar atau foto
Untuk mengunakan pattern fill dialog dapat melakukan langkah – langkah yang sama seperti pada fountain fill dialog, hanya saja dialog box yang muncul adalah dialog box pattern fill dialog


D.   Texture Fill Dialog

Texture fill dialog digunakan untuk memberikan tekstur pada bagian dalam (fill) objek. Untuk mengunakan Texture fill dialog dapat melakukan langkah – langkah seperti pada fountain fill dan pattern fill , hanya saja setelah memilih Texture fill,  dialog box yang muncul adalah dialog box Texture Fill


E.   PostScript Fill dialog

PostScript Fill dialog sebenarnya hampir sam dengan Pattren Fill hanya saja jika Pattren Fill memiliki berbagai jenis pilihan warna , mulai dari dua warna sampai pilihn bitmap. Sedangkan PostScript Fill hanya memiliki satu jenis pilihan warna .


F.   Outline Color

Outline Color merupakan batas terluar dari sebuah objek. CorelDraw11 memilikifasilitas untuk mewarnai dan mengatur bagian atau batas luar dari objek gambar.fasilitas yang digunakan dalam memberikan warna pada batas atau garis luar tersebut adalah : toolbox OutlineTool

                                                                                                        
  • Outline Pen Dialog, digunakan untuk mengatur jenis dan model Outline, pengaturan ini juga berlaku jika akan mengambar sebuah garis. Pada kotak dialog Outline Pen, terdapat beberapa pilihan warna yang dapat dipilih,  Lebar garis, Jenis garis, bentuk awal dan akhir garis 

  • Outline Color Dialog
Outline Color Dialog digunakan khusus untuk pengaturan warna garis , untuk mengaktifkan Outline Color Dialog sama seperti langkah – langkah sebelumnya yaitu klik  toolbox  Outline pada bagian sudut, setelah itu pilih Outline Color Dialog selanjutnya akan muncul kotak dialog Outline Color

 Sumber : Anonimous

Transformasi Objek pada CorelDraw


Pada bagian ini akan dibahas teknik – teknik melakukan transformasi yang mengacu pada ukuran sebenarnya , Teknik – teknik tranformasi yang akan dibahas yaitu :

A.   Transformasi Posisi

Digunakan untuk melakukan pemindahan objek dari satu posisi ke posisi lain mengunakan ukuran yang sesunguhnya, dalam satuan pengukuran yang telah ditentukan .
untuk melakukan transformasi posisi tersebut dapat melakukan langkah – langkah dalam latihan sebagai berikut:
1.     Buat sebuah object (rectangle ) kotak dengan ukuran bebas .
2.     Pilih menu Arrage > Transformasi> Position , selanjutnya akan muncul dialog box transformation


Dari dialox box diatas dapat dilihat pada kolom position digunakan untuk mengisi jarak perpindahan objek secara H (Horizontal ) dan V (vertical).
3.     Isi kolaom horizontal dan vertical sesuai ukuran yang dinginkan kemudian klik tombol Apply To duplicate untuk membuat duplicate dengan posisi yang ditentukan, tombol Apply untuk memindahkan objek

B.   Transformasi Rotasi

Transformasi rotasi digunakan untuk memutar objek dengan derajat perputaran yang diinginkan
untuk melakukan transformasi rotasi dapat melakukan langkah – langkah yang sama seperti melakukan transformasi posisi,hanya pilihan yang dilakukan adalah : Arrage > Transformasi> Rotate. Dialog box yang muncul dalah sebagai berikut :

Dalam dialog box diatas terdapat kolom Angle, kolom ini digunakan untuk memutar objek sesuai dengan derajat yang di inginkan.

C.   Transformasi Skala

Transformasi Skala digunakan untuk mengubah sekala atau ukuran objek gambar dan digunakan juga untuk pembuatan objek pencerminan (mirroring)
untuk melakukan transformasi skala dapat melakukan langkah – langkah yang sama seperti melakukan transformasi posisi dan transformasi rotasi, hanya pilihan yang dilakukan adalah : Arrage > Transformasi> Scale. Dialog box yang muncul dalah sebagai berikut :

Dalam dialog box diatas terdapat kolom Scale,H untuk horizontal dan V untuk vertical , kolom ini digunakan untuk merubah sekala objek sesuai dengan persentase  yang di inginkan.selanjutnya terdapat tombol mirror digunakan untuk mebuat hasil cerminan dari objek gambar.


D.   Transformasi Ukuran

Transformasi ukuran (size) digunakan untuk memperbesar atau memperkecil ukuran objek gambar, tetapi mengunakan satuan pengukuran yang sebenarnya.
untuk melakukan transformasi ukuran dapat melakukan langkah – langkah yang sama seperti melakukan transformasi posisi dan transformasi rotasi , hanya pilihan yang dilakukan adalah : Arrage > Transformasi> Size. Dialog box yang muncul dalah sebagai berikut :

Dalam dialog box diatas terdapat kolom Size,H untuk horizontal dan V untuk vertical , kolom ini digunakan untuk merubah ukuran objek sesuai dengan satuan pengukuran yang di inginkan..

E.   Transformasi Skewing

Transformasi Skewing digunakan untuk memiringkan objek menggunakan drajat kemiringan yang sesuai dan merujuk pada ukuran yang sebenarnya.
untuk melakukan transformasi skewing tersebut dapat melakukan langkah – langkah dalam latihan sebagai berikut :
1.     Buat sebuah object (rectangle ) kotak dengan ukuran bebas
2.     Pilih menu Arrage > Transformasi> Skew , selanjutnya akan muncul dialog box transformation

3.     Atur kemiringan sesuai keinginan pada kolom skew
4.     Sebagai contoh isi kemiringan secara H (horizontal) sebesar 45 derajat, tekan Apply untuk membuat trasformasi sesuai pengaturan yang telah dilakukan

Teknik Manipulasi Bentuk Objek Corel Draw


Untuk membuat sebuah objek gambar yang sesuai dengan keinginan desainer dpt dilakukan dengan cara memanipulasi objek – objek yang telah tersedia yaitu dengan penggabungan shape, pemotongan shape serta mengkombinasikan beberap buah shape.
Teknik – teknik manipulasi objek yang akan dibahas yaitu :

A.    Weld

Weld digunakan untuk melakukan penggabungan dua atau lebih shape menjadi satu shape hasil manipulasi yang diinginkan desainer, untuk mengaktifkan weld dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut

1.     Buatlah dua buah objek yang berbeda dan saling berpotongan, dalam hal ini buatlah sebuah rectangle dan sebuah elips
2.     Pilih kedua objek tersebut mengunakan picktool.
3.     Klik menu bar Arrange> Shaping> weld, perhatikan apa yang terjadi pada kedua objek tersebut

B.    Trim

Trim digunakn untuk melakukan pemotongan satu objek mengunakan objek lain, untuk mengaktifkan trim dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1.     Buatlah dua buah objek yang berbeda dan saling berpotongan, dalam hal ini buatlah sebuah rectangle dan sebuah elips
2.     Pilih kedua objek tersebut mengunakan picktool.
3.     Klik menu bar Arrange> Shaping> Trim, perhatikan apa yang terjadi pada kedua objek tersebut

C.    Intersect

Intersect digunakan untuk menciptakan objek baru sebagai hasil dari irisan dua buah atau lebih objek, untuk mengaktifkan Intersect dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1.     Buatlah dua buah objek yang saling berpotongan, dalam hal ini buat dua buah elips
2.     Pilih kedua objek tersebut mengunakan picktool.
3.     Klik menu bar Arrange> Shaping> Intersect, perhatikan apa yang terjadi pada kedua objek tersebut

D.    Simplify

Simplify hampir sama dengan trim yaitu untuk melakukan pemotongan objek, untuk mengaktifkan Simplify dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1.     Buatlah dua buah objek yang saling berpotongan, dalam hal ini buat dua buah elips
2.     Pilih kedua objek tersebut mengunakan picktool.
3.     Klik menu bar Arrange> Shaping> Simplify, perhatikan apa yang terjadi pada kedua objek tersebut

E.    Front Minus Back

Front Minus Back digunakan untuk memotong objek di depan mengunakan objek di belakangnya, untuk mengaktifkan Front Minus Back dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1.     Buatlah dua buah objek yang saling berpotongan, dalam hal ini buat dua buah Rectangle
2.     Pilih kedua objek tersebut mengunakan picktool.
3.     Klik menu bar Arrange> Shaping> Front Minus Back, perhatikan apa yang terjadi pada kedua objek tersebut

F.    Back Minus Front

Back Minus Front merupakan kebalikan dari front minus Back, yaitu memotong objek belakang mengunakan objek depan, untuk mengaktifkan Back Minus Front dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1.     Buatlah dua buah objek yang saling berpotongan, dalam hal ini buat dua buah Rectangle
2.     Pilih kedua objek tersebut mengunakan picktool.
3.     Klik menu bar Arrange> Shaping> Back Minus Front, perhatikan apa yang terjadi pada kedua objek tersebut

Mengunakan Interactive Tool

Interactive tool merupakan bagian toolbox yang digunakan untuk membuat efek – efek interaktif secara lebih cepat. Tool – tool tersebut memang dirancang untuk melakukan efek dan keperluan lain tanpa harus mengunakan menu.
Interactive tool yang akan dipelajari yaitu :
                       

A.    Interactive Blend Tool

Interactive Blend Tool digunakan untuk membuat transformasi objek menjadi menjadi betuk objek lain atau dari satu warna ke warna lain.
untuk mengaktifkan Interactive Blend Tool dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :

1.     Buatlah dua objek berbeda untuk melakukan proses blend,

2.     Dalam hal ini akan dilakukan proses blend dari teks menjadi objek rectangle.sehinga perlu dibuat object rectangle terlebih dahulu selanjutnya text

3.     Conversi objek text menjadi bentuk kurva , klik text mengunakan pick tool pilih menu Arrange > Convert To Curve

4.     Selanjutnya lakukan blending dengan memilih interactive bland tool , lakukan dragging dari titik objek awal ke titik objek akhir

5.     Setelah poses blend dilakukan , terdapat beberapa opsi atau propertis yang harus dilakukan yaitu :


B.    Interactive Contour Tool

Interactive Counter Tool merupakan efek yang digunakan untuk membuat kontur pada sebuah objek dalam kondisi rill. Untuk mengaktifkan Interactive Contour dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1.     Buat sebuah objek ,dalam kasus ini buatlah objek star shapes
2.     Klik Interactive contour Tool pada toolbox
3.     Drag objek dari titik outline terluar ke pusat objek.
4.     Setelah poses contour dilakukan , terdapat beberapa opsi atau propertis yang harus dilakukan yaitu :



C.   Interactive Distortion Tool

Interactive Distortion  Tool, digunakan untuk membuat efek – efek yang meyimpang dari bentuk asli objek , Untuk mengaktifkan Interactive Distortion  Tool dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1.     Buat sebuah objek ,dalam kasus ini buatlah objek star shapes
2.     Klik Distortion  Tool pada toolbox
3.     Drag objek dari pusat objek ke bagian luar atau outline objek
4.     Setelah poses Distortion dilakukan , terdapat beberapa opsi atau propertis yang harus dilakukan yaitu :



D.   Interactive Ektrude Tool

Inteactive Ektrude Tool digunakan untuk mengubah objek menjadi objek tiga dimensi. Untuk mengaktifkan Interactive Ekstrude Tool dapat melakukan langkah – langkah sama seperti interactive contour dan interactive distortion.
Setelah klik interactive ektrude tool maka akan tampil menu toolbar seperti dibawah :




E.   Interactive Drop Shadow

Interactive Drop Shadow digunakan untuk memberikan efek bayangan pada objek agar desain terlihat lebih natural dan menarik . Untuk mengaktifkan Interactive Drop Shadow Tool dapat melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1.     Buat sebuah objek ,dalam kasus ini buatlah objek star shapes
2.     Klik Drop Shadow pada toolbox
3.     Drag objek dari pusat objek ke bagian luar atau outline objek
4.     Setelah poses Distortion dilakukan , terdapat beberapa opsi atau propertis yang harus dilakukan yaitu :