Mencegah Autoinfect Via Flash Disk

Mencegah Autoinfect Via Flash Disk





Kreativitas merupakan hal yang menonjol dari virus-virus lokal yang muncul. Kalau virus mancanegara ingin menginfeksi file JPEG, mereka harus cape-cape berusaha mengeksploitasi celah keamanan GDI JPEG vulnerability. Kelemahan virus yang mengeksploitasi celah keamanan adalah jika celah keamanan ini sudah ditutup akan membuat virus yang dibuat menjadi tidak mempan lagi. Lain dengan pembuat virus lokal yang tidak mengeksploitasi celah keamanan, tetapi mengeksploitasi manusianya (rekayasa sosial). Saat ini, vendor IT masih belum ditemukan patch untuk menambal celah keamanan pada manusia (iseng mengklik, ingin tahu dst). Sebagai gambaran, trik yang digunakan oleh pembuat virus lokal untuk mengelabui korbannya menjalankan virus adalah dengan mengubah icon file virus menjadi icon yang tidak berbahaya, seperti icon folder, MS word atau icon JPEG. Tentunya pengguna komputer tidak akan ragu untuk mengklik file JPEG karena sampai saat ini belum ditemukan virus yang menyebar melalui file JPEG (apalagi kalau menjanjikan gambar BCL ), kecuali virus yang mengeksploitasi celah keamanan GDI JPEG vulnerability. Tetapi, dengan trik mengubah icon virus (application) menjadi JPEG tentunya akan sukses mengelabui pengguna komputer, sekalipun komputernya sudah di patch teratur dan tidak memiliki kelemahan.

Salah satu “MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum )” bagi virus lokal di tahun 2007 adalah infeksi otomatis melalui Flash Disk. Dan disini sekali lagi kreativitas pembuat virus terlihat karena mereka mampu memanfaatkan fitur yang ada (autorun) pada hardware lain (CD / DVD Rom) dan mengimplementasikannya pada virus di Flash Disk.

Seperti yang kita ketahui salah satu syarat agar virus tersebut dapat menyebar luas dan dapat berumur panjang adalah mempunyai ukuran yang kecil serta mempunyai kemampuan untuk dapat menyebar secara otomatis tanpa tergantung manusia itu sendiri, virus juga harus pandai mencari cara agar dirinya tetap aktif. Pada awal kemunculannya, virus lokal sangat tergantung manusia agar dirinya dapat aktif di komputer target, pada waktu itu virus tidak akan aktif jika file virus tersebut tidak dijalankan terlebih dahulu sehingga penyebaranya sangat lambat hal ini di dukung dengan teknik penyebarannya yang masih menggunakan Disket / Flash Disk [UFD]. Jika hal ini masih tetap dipertahankan lambat laun virus lokal akan hilang dari peredaran dunia maya apalagi saat ini user sudah semakin pintar dan sudah dapat membedakan antara file virus dan file bukan virus sehingga dengan mudah user akan menghapus file yang dianggap virus tersebut tanpa sempat menjalankan file virus tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan metode yang lebih “canggih” dan “efektif” agar virus tersebut dapat aktif secara otomatis tanpa harus menunggu agar user manjalankan file virus tersebut dan metode inilah yang sampai saat ini digunakan oleh kebanyakan virus lokal yang menyebar dan merupakan “MKDU” yang sudah menjadi SOP (Standard Operating Procedure) virus lokal. Metode ini sendiri sebenarnya sudah mulai dilakukan saat kemunculan virus W32/Aksika (4k51k4).

Script Autorun.inf/Desktop.ini/folder.httt

Kemudahan berbanding terbalik dengan keamanan , itulah salah satu hukum yang berlaku di dunia IT. Sadar atau tidak kemudahan yang diusung itu sendiri telah memberikan peluang program jahat untuk menyusup kedalam system komputer. Salah satu kemudahan tersebut adalah script Autorun yang digunakan untuk menjalankan suatu file secara otomatis saat user akses ke suatu Drive atau saat user menghubungkan removable disk atau saat user memasukan CD / DVD ke dalam CD / DVD ROM. Dan para programmer lokal menjadikan celah ini sebagai peluang agar virus mereka dapat menyebar lebih cepat dibandingkan sebelumnya dan sampai saat ini celah tersebut masih digunakan oleh virus agar dapat menyebarkan dirinya secara otomatis tanpa harus menungggu agar user menjalankan file virus tersebut secara manual. Cukup dengan mengakses ke Flash Disk tersebut atau mencolokkan UFD tersebut ke komputer, maka virus akan langsung menginfeksi.

Agar virus ini dapat aktif setiap saat biasanya sang pembuat virus akan membuat script disetiap Drive termasuk di media Disket/Flash Disk. Autorun.inf/desktop.ini atau Folder.htt adalah beberapa script MKDU yang biasanya akan dibuat oleh virus.

Script ini sendiri sebenarnya berisi sederetan perintah yang intinya adalah untuk menjalankan file virus itu sendiri dan biasanya file induk ini akan ditempatkan di folder/direktori yang sama, agar file tersebut tidak dicurigai oleh user maka script dan file induk tersebut akan di sembunyikan. W32/Askis, W32/VBWorm.ZL, VBWorm.MOS, W32/Aksika, W32/FaceCool atau W32/Solow adalah sederetan virus lokal yang akan mengunakan metode ini maka jangan heran jika mereka sukses menyebar dijagat maya tanpa mengandalkan email.

Berikut beberapa contoh script yang akan dibuat oleh virus lokal (lihat gambar 1) :

  • File Autorun.inf

[Autorun]

Shelexecute= %nama file induk virus yang akan dijalankan%

Atau

[AutoRun]

open=%file virus%

shellexecute=%file virus%

shell\Auto\command=%file virus%

shell=Auto

Gambar 1, Script Autorun.inf untuk menjalankan file Folder.exe



  • Desktop.ini

Biasanya file Desktop.ini akan berpasangan dengan file .HTT [contohnya folder.htt ] dibuat dengan tujuan untuk menjalankan script lain kemudian file script yang dijalankan tersebut mempunyai script lain untuk menjalankan file virus. Berikut contoh script yang akan dibuat oleh virus.

[.ShellClassInfo]

ConfirmFileOp=0

[{5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}]

PersistMoniker= %lokasi file Folder.htt yang dibuat virus% [ExtShellFolderViews]

{5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}={5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}

Gambar 2, Script file Desktop.ini untuk menjalankan file folder.htt [file folder.htt ini sendiri akan berisi script untuk menjalankan file virus seperti terlihat pada gambar dibawah ini.]

  • Folder.htt

classid= “clsid:1820FED0-473E-11D0-A96C-00C04FD705A2?

style=”width: 100; height: 100? tabIndex=-1>





Gambar 3, Script Folder.htt akan menjalankan file New Folder.exe

Bagaimana Cara Menghadapinya ?

Salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyebaran virus lokal yang menggunakan metode ini adalah dengan men-disable fungsi Autorun/Autoplay pada Drive/Removable tersebut.

Untuk Disable Autorun/Autoplay dapat menggunakan beberapa cara diantaranya : (jalankan hanya salah satu)

  1. Disable Autorun/Autoplay melalui registry, caranya:

§ Buka Registry Editor

Klik menu [Start | Run | pada dialog box RUN ketik regedit]

§ Browse ke alamat registry berikut

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

§ Kemudian klik kanan pada string NoDriveTypeAutoRun

Gambar 4, Alamat registry yang harus diubah agar autorun tidak aktif

§ Isi value data dengan ff yang berarti fungsi Aturun/Autoply akan di matikan pada 255 drive

Tambah Video



Gambar 5, Merubah value NoDriveTypeAutorun

§ Klik Tombol [OK]

§ Keluar dari “ Registry Editor”

§ Restart komputer agar perubahan ini berjalan

  1. Disable Autorun/Autoplay melalui Group Policy [GPEDIT.MCS], caranya:

§ Klik menu [Start]

§ Klik [Run]

§ Ketik GPEDIT.MSC pada kolom “RUN”

§ Setelah muncul layar “Group Policy” klik folder “System” pada menu “User Configuration” dan “Computer Configuration”

§ Pada kolom Settings, klik dua kali “Turn off Autoplay”

Gambar 6, Interface Group Policy “User Configuration”

Gambar 7, Disable Autoplay

o Klik “Close” untuk keluar dari layar “Group Policy”

o Restart komputer





0 comments:

Post a Comment

ada pertanyaan? silahkan komen di sini